Aisyah,
yang masih berumur 14 tahun harus membantu keluarganya untuk tetap malanjutkan
hidup dengan cara memisahkan gumpalan kapas agar menjadi benang untuk dapat di
tenun oleh ibunya. Ia terpaksa tidak melanjutkan pendidikan nya, karna tidak
memiliki biaya. Ibunya yang hanya seorang penenun di tempat tinggalnya yaitu
Desa Sade, dan ayahnya hanya seorang petani kapas harus menghidupi istri dan
tiga orang anak dan juga nenek dari Aisyah yang sudah tua juga harus di
tanggung oleh ayahnya. Aisyah mempuanyai dua adik kecil yang belum juga
bersekolah. Aisyah kadang juga ikut memanen kapas bersama ayahnya.
Kapas
kemudian di jemur dan akan menyatu dengan kapas yang lainnya menjadi gumpalan
yang panjang, kira-kira butuh waktu 1-2 hari untuk menunggu kapas benar-benar
menyatu apabila cuaca tidak mendukung bisa 3-5 hari kapas dapat menyatu.
Setelah di jemur lalu proses untuk membuatnya menjadi benang. Aisyah masih
menggunakan cara tradisional untuk memisahkan kapas. Ia hanya butuh waktu satu
hari saja untuk membuat gumpalan kapas tersebut menjadi benang. Tetapi, jika ia
sembari membantu pekerjaan ibunya untuk memasak, membereskan rumah dan mengurus
adiknya, ia bisa memakan waktu dua hari untuk memisahkan kapas menjadi benang.
Memang tak sulit bagi seorang Aisyah untuk mengerjakan itu semua karna ia sudah
terbiasa setiap hari harus berhadapan dengan kegiatannya tersebut. Tetapi di
balik itu semua, ia ingin sekali melanjutkan sekolahnya. Memang teman-teman
sebaya nya disana banyak yang seperti dia, tetapi dia tidak ingin terus seperti
ini. Dia ingin mengubah kehidupannya agar jauh lebih baik. Supaya adiknya kelak
dapat bersekolah dan mengejar cita-cita.
Sebelum membuat kain tenun hal
yang pertama dilakukan adalah membuat benang sebagai bahan utama pembuatan kain
tenun. Benang tersebut terbuat dari kapas. Perempuan sade biasanya mendapatkan
kapas dari luar desanya yang biasanya ditanam di tegal (Sebutan untuk area pegunungan yang ditanami tanaman tumpang
sari).
Proses pembuatan benang biasanya
dilakukan oleh orang yang sudah lanjut usia, akan tetapi pada saat ini proses
pembuatan benang sudah diwariskan kepada perempuan-perempuan muda Desa Sade
karena alasan perempuan yang bisa membuat benang sudah mulai langka. Adapun
pembuatan benang sebagai di bagi menjadi beberapa proses yaitu.
1.
Bebetuk, yaitu proses mengolah kapas menjadi halus. Proses tersebut
dilakukan dengan alat tradisional yang terbuat dari bambu dan benang.
2.
Gulung, kapas yang sudah halus digulung atau dibuat menjadi bentuk
bulat memanjang sekitar kurang lebih 15 cm
3.
Minsah, adalah proses dengan alat tradisional yang disebut Arah. Proses inilah kapas dibuat menjadi
benang.
4.
Pewarnaan, setelah menjadi benang, proses selanjutnya adalah
pewarnaan dengan menggunakan daun taum atau menggunakan kulit kayu.
Setelah benang jadi barulah proses menenun dimulai.
Tetapi ini juga yang membuat Aisyah untuk tetap membantu orang tua nya sebagai “Pemisah kapas menjadi benang” agar dia dapat mengumpulkan uang untuk bisa sekolah kembali. Kita sebagai mahasiswa harus mengambil contoh dari kehidupan Aisyah. Banyak-banyak bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah di berikan kepada kita semua
Pesan : maaf jika ada kesamaan dan salah-salah kata tolong di pahami dan di mengerti karna saya pemula untuk belajar blog ini. terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar . Saya harap ini sangat membantu dan bermanfaat bagi kita semua.
